Tanggal 4 Mei 2008, WRU (Wildlife Response Unit) WCS-IP melakukan sosialisasi di di kampung tinggi yang dihadiri oleh 40 warga. Sosialisasi yang bertemakan “Bekerjasama dengan masyarakat untuk meminimalkan konflik harimau” dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai biologi harimau, mangsa dan faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya konflik. Dalam sosialisasi ini masyarakat dibagikan selebaran yang berisi mengenai ekologi harimau dan mangsa. Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami keberadaan harimau secara logis dan mengurangi pemahaman keberadaan harimau secara metafisik.
Dalam sosialisasi tersebut muncul berbagai keluhan masyarakat tentang ternak yang terancam oleh harimau, sawah dan kebun yang sering mendapat gangguan dari Babi hutan. Saat ini, masyarakat kampung tinggi melakukan perburuan rutin seminggu sekali terhadap babi hutan. Sempat diutarakan untuk mengurangi perburuan terhadap babi hutan agar menjamin keberadaan populasi satwa mangsa alami harimau, namun ditolak oleh warga karena perlu ada solusi lain untuk mencegah gangguan dari babi hutan terhadap sawah dan kebun. Meskipun demikian, warga Kluet setuju utuk tidak memburu rusa dan kijang karena kedua jenis satwa tersebut termasuk dalam daftar jenis satwa dilindungi.
Sosialisasi kemudian diarahkan untuk membahas solusi konflik harimau dengan manusia maupun ternak. Dalam sosialisasi lanjutan ini disampaikan lebih detail mengenai tata cara pembuatan kandang sapi maupun kambing yang aman dari serangan harimau. Di kampung tersebut terdapat 28 warga yang mempunyai ternak kambing dan 7 warga yang memiliki ternak sapi. Diagendakan untuk membuat TPE (Tiger Proof Enclosure) pada seluruh kandang yang ada dengan luas kandang menyesuaikan dengan jumlah ternak yang dimiliki masyarakat.
Informasi lebih lengkap, kunjungi : http://www.wildlifecrimesunit.com/sosialisasi%20kandang%20anti%20harimau.html
Tags: wcu news
